Jamaah Haji Indonesia Dihimbau Kemenkes Agar Waspadai Heat Stroke Di Armuzna


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
KEMENKES IMBAU JAMAAH HAJI INDONESIA UNTUK WASPADAI 
HEAT STROKE DI ARMUZNA

Pada musim ibadah haji tahun ini jamaah haji diharapkan agar selalu bisa menjaga kesehatan karena dengan suhu yang begitu panas di makkah terutama di padang Arafah saat ingin menjalankan wukuf, dapat membuat jamaah haji kehilangan cairan dalam tubuh dan mengalami dehidrasi dan dapat terkena heat stroke.

Heat Stroke adalah sebuah kondisi dimana suhu dalam tubuh meningkat tajam secara tiba-tiba dalam waktu tepat dan dapat mencapai suhu 40 derajat celcius atau bahkan bisa lebih dan tubuh kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendinginkan diri sehingga akan merasa kepanasan baik dalam maupun diluar tubuh.

Sejak hari sabtu tanggal 10 agustus 2019 kemaren jamaah haji dari seluruh dunia berkumpul di padang arafah untuk menjalankan ibadah wukuf, dimana jamaah haji asal indonesia sudah memasuki kawasan arafah pada tanggal 9 agustus 2019 pada pagi harinya.



Dikutip dalam laman website resmi kemenkes RI, Bahwa menurut laporan dari Pos Kesehatan Haji (Poskes) di Arafah, bahwa hingga hari sabtu sore ada sekitar 59 pasien jamaah haji asal indonesia terserang berbagai penyakit ada sebagian yang dirawat diposkes arafah dan ada sebagian juga yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi, sebagian dari pasien terkena heat stroke. ( Jelas dr.Firman, PJ Triase Poskes Arafah).

Kasus heat stroke ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor tingginya suhu udara diarafah serta rendahnya kelembapan udara yang mengakibatkan tubuh mudah untuk kehilangan cairan sehingga menjadikan dehidrasi, faktor lainnya adalah perilaku dari jamaah itu sendiri yang memiliki kebiasaan tidak menggunakan alat pelindung diri agar tidak begitu tersengat panas sinar matahari yang dimana ditempat terbuka seperti padang arafah dimana panasnya langsung menyengat kulit, kepala dan seluruh tubuh.

Berikut gejala-gejala terkena heat stroke :
1. Suhu Tubuh Mencapai 40 Derajat Celcius Atau Lebih
2. Pusing Kepala
3. Mual Dan Muntah
4. Pingsan Atau Kehilangan Kesadaran
5. Mengalami Kram
6. Detak Jantung Tak Beraturan
7. Kejang
8. Kulit Memerah dan Kering
9. Tidak Berkeringat Padahal Suhu Tubuh Tinggi

Padahal jamaah haji sendiri masih akan menjalankan rangkaian ibadah haji di Mudzalifah dan Mina hal ini membuat Poskes memberikan himbauan agar jamaah menggunakan perlengkapan seperti payung dan membawa air minum buat persediaan agar tidak kehausan saat dalam perjalanan.


Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc menghimbau agar jamaah haji asal indonesia selama di Armuzna agar tetap beraktivitas melakukan ibadah didalam tenda jangan banyak melakukan kegiatan yang tidak perlu diluar tenda, serta sering-seringlah minum tanpa harus menunggu haus dan campurkan dengan oralit. Serta gunakan alat pelindung seperti masker, payung, semprotan air dan sandal jika ingin melakukan sesuatu diluar tenda.

Salah satu cara untuk mencegah heat stroke adalah dengan menghindari kontak langsung dengan sinar matahari dan hindari dehidrasi, dehidrasi sendiri bisa diketahui dengan melihat warna urine kita, jika warnanya gelap maka anda mengalami dehidrasi, maka segeralah cukupi kebutuhan cairan kita, jika kita mengalami atau tersengat langsung panas matahari dan muncul tanda-tanda atau gejala seperti diatas segeralah minta pertolongan dokter atau tenaga medis yang sudah disiapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada setiap kloter nya.

KEMENKES IMBAU JAMAAH HAJI INDONESIA UNTUK WASPADAI
HEAT STROKE DI ARMUZNA
SALAM HIDUP SEHAT
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Related Posts

1 komentar


EmoticonEmoticon